Tujuan Program Studi

Lulusan mampu mempraktikkan keilmuan Teknik Logistik (S.T.) secara profesional dengan memanfaatkan metode kuantitatif, pemodelan matematis, dan integrasi teknologi informasi untuk merekayasa serta mengoptimalkan sistem pergudangan, persediaan, dan jaringan distribusi intermodal.

Lulusan mampu menjadi motor penggerak dan pemecah masalah (problem solver) yang handal dalam mengelola tantangan rantai pasok komoditas pertanian/perkebunan unggulan serta efisiensi operasional logistik maritim di area kepelabuhanan.

Lulusan mampu menciptakan peluang usaha baru di sektor logistik (3PL/kurir/fulfillment) atau bertindak sebagai konsultan yang memberikan solusi inklusif untuk memangkas biaya pengiriman last-mile, khususnya bagi UMKM daerah dan wilayah dengan tantangan geografis kepulauan atau pegunungan.

Lulusan menunjukkan integritas akademik dan profesionalitas yang tinggi, mematuhi etika profesi keinsinyuran, mengutamakan aspek logistik hijau (green logistics), serta terus mengembangkan diri melalui pendidikan lanjut atau sertifikasi profesi di tingkat nasional maupun internasional.

Indikator Keberhasilan

  • Lulusan memegang posisi sebagai spesialis, analis, atau manajer tingkat pertama/menengah di bidang operasional gudang (warehouse), pengelolaan armada (fleet manager), dan optimasi rute.
  • Lulusan mampu menerapkan perangkat teknologi penunjang logistik digital (seperti WMS, TMS, GIS, atau otomasi sistem kontrol inventori) di lingkungan kerja mereka.
  • Lulusan dipercaya mengelola jaringan logistik komoditas (agro-logistics) seperti minyak sawit (CPO), kopi, atau komoditas lokal lainnya guna menekan angka penyusutan mutu produk (losses).
  • Lulusan berkarier secara aktif di sektor kepelabuhanan, kepabeanan (customs), perusahaan pelayaran, maupun badan otoritas pelabuhan di wilayah pelabuhan daerah maupun kota pelabuhan besar.
  • Lulusan berhasil merintis atau mengembangkan bisnis penyedia jasa logistik lokal yang adaptif terhadap pasar digital/e-commerce.
  • Lulusan terlibat dalam proyek studi kelayakan (feasibility study) atau menjadi mitra strategis instansi pemerintah daerah dalam merencanakan infrastruktur dan konektivitas distribusi wilayah.
  • Lulusan menerapkan prinsip ramah lingkungan dan keberlanjutan dalam merancang mata rantai pasok industri tempatnya bekerja.
  • Lulusan mengambil sertifikasi profesi logistik yang diakui (misalnya dari ALA, BNSP, atau SOLE) atau melanjutkan studi ke jenjang magister (S2).